Selasa, 08 November 2011

Pemain

[sunting] Skuat utama

Hingga Agustus 2011.[1]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
2 Bendera Inggris DF Micah Richards
3 Bendera Inggris DF Wayne Bridge
4 Bendera Belgia DF Vincent KompanyKapten
5 Bendera Argentina DF Pablo Zabaleta
6 Bendera Inggris DF Joleon Lescott
7 Bendera Inggris MF James Milner
10 Bendera Bosnia dan Herzegovina FW Edin Džeko
11 Bendera Inggris MF Adam Johnson
12 Bendera Inggris GK Stuart Taylor
13 Bendera Serbia DF Aleksandar Kolarov
14 Bendera Paraguay FW Roque Santa Cruz
15 Bendera Montenegro DF Stefan Savić
16 Bendera Argentina FW Sergio Agüero
18 Bendera Inggris MF Gareth Barry
19 Bendera Perancis MF Samir Nasri
20 Bendera Inggris MF Owen Hargreaves

No.
Pos. Nama
21 Bendera Spanyol MF David Silva
22 Bendera Perancis DF Gaël Clichy
24 Bendera Inggris DF Nedum Onuoha[2]
25 Bendera Inggris GK Joe Hart
28 Bendera Pantai Gading DF Kolo Touré
30 Bendera Rumania GK Costel Pantilimon (pinjaman dari Politehnica Timişoara[3])
32 Bendera Argentina FW Carlos Tévez
33 Bendera Republik Irlandia DF Greg Cunningham
34 Bendera Belanda MF Nigel de Jong
37 Bendera Kepulauan Faroe GK Gunnar Nielsen
38 Bendera Belgia DF Dedryck Boyata
40 Bendera Slowakia MF Vladimír Weiss
42 Bendera Pantai Gading MF Yaya Touré
43 Bendera Inggris FW Alex Nimely
45 Bendera Italia FW Mario Balotelli
62 Bendera Pantai Gading MF Abdul Razak

[sunting] Dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
26 Bendera Kolombia GK David González (ke Aberdeen hingga Desember 2011)
50 Bendera Norwegia MF Abdi Ibrahim (ke N.E.C hingga akhir musim 2011–2012)

No.
Pos. Nama
— Bendera Inggris MF Michael Johnson (ke Leicester City hingga akhir musim 2011–2012)
— Bendera Togo FW Emmanuel Adebayor (ke Tottenham Hotspur hingga akhir musim 2011–2012)

[sunting] Dipensiunkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos. Nama
23 Bendera Kamerun MF Marc-Vivien Foé (penghargaan anumerta)
Sejak 2003, Manchester City tidak lagi mempergunakan skuat bernomor 23. Nomor ini dipensiunkan sebagai penghormatan atas pemain sepak bola Kamerun, Marc-Vivien Foé, yang dipinjamkan dari Lyon (Perancis) saat kematiannya di lapangan pertandingan ketika bermain untuk Kamerun pada Piala Konfederasi FIFA 2003 di Perancis.[4]

[sunting] Hall of Fame

Pemain berikut merupakan anggota Pemain Kehormatan Manchester City,[5] dan didaftar menurut tahun debut pertama mereka bersama tim utama (tahun di dalam kurung):

[sunting] Tim Manajemen

Position Name
Manager Bendera Italia Roberto Mancini
Asisten Manager Bendera Inggris Brian Kidd
Pelatih Utama Bendera Italia Fausto Salsano
Pelatih Keeper Bendera Italia Massimo Battara
Pelatih Fitnes Bendera Italia Ivan Carminati
Tim Manager Cadangan Bendera Inggris Andy Welsh
Kepala Pemain Muda Bendera Inggris Graham Carr
Direktur Akademi Internasional Bendera Inggris Jim Cassell
Manager Pengembangan Pemain Under-21 Bendera Inggris Andy Welsh
Kepala Akademi Platt Lane Bendera Inggris Mark Allen
Manager Tim Akademi Bendera Inggris Scott Sellars

[sunting] Former Managers

Manager berikut ini memenangkan paling sedikit satu tropi pada saat bersama Mancheter City
Name From To Played Won  Drawn Lost
Bendera Skotlandia Tom Maley 1902 1906 150 89 22 39
Bendera Inggris Wilf Wild 1932 1946 354 158 124 72
Bendera Inggris Les McDowall 1950 1963 592 220 127 245
Bendera Inggris Joe Mercer 1965 1971 340 149 94 97
Bendera Inggris Tony Book 1974 1979 269 114 75 80

[sunting] Pemain terkenal

[sunting] Referensi

  1. ^ Players. Manchester City F.C. Diakses pada 15 Februari 2011.
  2. ^ http://www.mcfc.co.uk/Players/Defenders/Nedum-Onuoha
  3. ^ "City sign Romanian keeper Pantilimon". mcfc.co.uk. http://www.mcfc.co.uk/News/Team-news/2011/August/City-sign-Romanian-keeper-Pantilimon. Diakses pada 24 Agustus 2011. 
  4. ^ "Man City retire number 23 shirt", BBC Sport, 27 Juni 2003. Diakses pada 30 September 2008.
  5. ^ "Hall of Fame". Manchester City official website. Diarsipkan dari yang asli pada 29 September 2006. http://web.archive.org/web/20060929181358/http://www.mcfc.co.uk/default.sps?pagegid=%7BF4698C75-95FF-4A3E-936A-4F9BBBADDA74%7D. Diakses pada 19 Agustus 2006. 

[sunting] Pranala luar


Manchester City F.C.

SEJARAH
Manchester City F.C. dibentuk pada tahun 1880 dengan nama St. Marks (West Gordon) oleh Anna Connel dan dua orang anggota gereja St. Marks. Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di Hyde Road, Ardwick. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-1894, masalah financial membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi Manchester City Football Club.

Periode Awal

City menjuarai divisi 2 pada tahun 1899 dan promosi ke kasta tertinggi liga Inggris, divisi satu. Prestasi awalnya ditandai dengan kemenangan atas Bolton Wanderers di final Piala FA tahun 1904. Pada tahun 1920, stadion City di Hyde Road mengalami bencana kebakaran di tribun utama. Lantas pada tahun 1923, mereka pindah ke merkas nya yang baru, Maine Road yang terletak di Moss Side.
The Citizen menjuarai lagi Piala FA pada tahun 1934 dengan mengalahkan Porstmouth di final. Dan gelar liga pun tak beberapa lama dapat mereka raih, tahun 1937 mereka menjuarai liga Inggris untuk pertama kalinya. Tetapi musim berikutnya mereka justru terdegradasi ke divisi 2, lucunya mereka adalah klub pencetak gol terbanyak dibanding klub manapun di liga. 20 tahun kemudian, Manchester City yang diinspirasi oleh taktik bernama Revie Plan berhasil masuk final Piala FA 1955. Mereka kalah di final melawan Newcastle, tapi tahun berikutnya mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang dikenang orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.
Setelah itu City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison ditunjuk untuk menjadi duo manager klub pada tahun 1965. Mereka membuat pembelian terpentingnya pada Mike Summerbee dan Colin Bell. 2 musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai divisi satu untuk kedua kalinya. Pada partai terakhir mereka memastikan gelar juara dengan kemenangan 4-3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang. Piala FA mereka raih lagi di tahun 1969 serta piala Winners Eropa pertama kalinya mereka raih pada tahun 1970 dengan mengalahkan Gornik Zabrze 2-1 di final.
Rivalitas dengan klub sekota, Manchester United, selalu sengit. Salah satu partai yang banyak dikenang adalah pada partai terakhir di musim liga 1973-1974. Derby panas tak terelakkan tatkala baik City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Pemain legendaris MU, Denis Law, mencetak satu-satunya gol kemenangan yang juga otomatis melempar rival sekotanya ke divisi 2. Tahun 1976 mereka meraih Piala Liga dengan mengalahkan Newcastle di final 2-1.

Periode 1980-Sekarang

Manchester City tidak menghasilkan gelar penting dan hanya timbul-tenggelam di Premiership. Mereka hanya promosi ke divisi utama namun kemudian terdegradasi lagi ke divisi 2. Bahkan pada tahun 1996 mereka terdegradasi sampai ke divisi 3. Setelah kedatangan David Bernstein sebagai chairman yang baru, City pun mulai berbenah. Pada tahun 2001, Kevin Keegan ditunjuk untuk menangani Citizen dan mereka pun berhasil promosi ke Liga Premier.
Maret 2005 Keegan mundur dan Stuart Pearce menggantikannya sebagai caretaker atau manager sementara. Penampilan City yang cemerlang membuat Pearce diangkat sebagai manager penuh dan musim 2005-2006 Pearce membawa City menempati urutan ke-6 Premiership. Musim berikutnya penampilan City menurun drastis dan hanya menghuni papan bawah klasemen walaupun tidak sampai terdegradasi. Pearce akhirnya dipecat dan digantikan mantan manager tim nasional Inggris, Sven Goran Eriksson. Pada saat itu Manchester City telah dimiliki oleh miliuner ambisius yang juga bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.
Dibawah Eriksson, City tampil perkasa pada awal kompetisi namun mulai kehilangan keseimbangan mulai dari pertengahan kompetisi, walaupun demikian mereka bisa mencapai zona piala UEFA eropa berkat penampilan fair play nya. Thaksin yang tidak sabaran sudah ingin memecat Eriksson sebelum akhir kompetisi jika saja tidak ditahan oleh fans Citizen yang merasa Thaksin terlalu semena-mena dan tidak memperhatikan keinginan fans City. Pemecatan Eriksson hanya tertunda sebentar dan benar-benar dilakukan saat akhir kompetisi. Mark Hughes, Manager Blackburn dan juga mantan pemain kesayangan klub sekota Manchester United, ditunjuk untuk menggantikannya.

Dibeli oleh Abu Dhabi United Group

Pada saat Hughes naik, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di Thailand. Thaksin yang mengerti posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai Citizen akhirnya melepas kepemilikannya kepada pengusaha asal Uni Emirat Arab, Dr. Sulaiman Al-Fahim. Al-Fahim adalah miliuner yang lebih kaya lagi dibanding Thaksin dan tentunya lebih ambisius lagi. Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho (inset kanan) dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut. Dengan dukungan dana yang benar-benar melimpah, fans Citizen akan bersiap-siap untuk menyaksikan lagi pemain-pemain dunia lain akan diboyong ke klub mereka tercinta.

Lambang dan warna klub

Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sementara itu seragam tandang adalah Merah Marun, atau merah (sejak tahun 1960an) dan Celana Hitam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa warna yang berbeda telah digunakan. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya. Sebuah brosur yang berjudul Famous Football Clubs - Manchester City diterbitkan pada 1940-an menunjukkan bahwa West Gorton (St. Marks) semula bermain dengan seragam merah dan hitam. Dari laporan yang berasal dari tahun 1884 menggambarkan tim mengenakan kaus hitam membawa salib putih, yang menunjukkan asal klub sebagai sisi gereja. Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna AC Milan akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan.
Lambang klub saat ini mulai digunakan pada tahun 1997, dikarenakan bahwa lambang sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Lencana tersebut didasarkan pada lengan kota Manchester, dan terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Fitur perisai kapal pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai. Bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia in Praelio, yang artinya dalam bahasa latin adalah Kebanggaan di Pertempuran. Diatas elang ada tiga bintang tiga, yang murni hanya sebagai dekorasi.






















Selasa, 01 November 2011

Biografi Irfan Bachdim

Irfan Haarys Bachdim adalah pemuda kelahiran Amsterdam, Belanda, 22 tahun silam. Irfan Bachdim berdarah indo / ‘blasteran’. Ayahnya, Nouval Bachdim, adalah pria berkebangsaan Indonesia sedangkan Ibunya, Hester Bachdim, berkebangsaan Belanda.
Sejak kecil Irfan sangat menggemari olahraga sepakbola. Bakat dan minatnya ini diturunkan oleh sang ayah yang mantan pemain sepakbola. Sang ayah, Nouval Bachdim pernah memperkuat klub Persema Malang pada medio 80 an. Kedua orang tua Irfan sangat mendukung hobi anaknya. Pada usia 11 tahun, mereka menyekolahkan Irfan di akademi Junior klub Ajax Amsterdam yang terkenal banyak menghasilkan pemain kelas dunia. Disinilah Irfan mengasah bakatnya bermain sepakbola.
irfan-muda
Irfan sewaktu memperkuat tim junior Utrecht FC
Berselang 3 tahun kemudian, bakat Irfan tersendus seorang pencari bakat dari klub Utrecht FC, Irfan lalu bergabung ke dalam tim junior klub tersebut, dan menjadi andalan di sana selama kurang lebih empat tahun (2003-2007). Namun sayangnya Irfan kesulitan menembus tim inti Utrecht FC. Dirinya hanya pernah sekali memperkuat Utrecht dalam pertandingan Eredivisie (Liga premier Belanda) melawan VVV Venlo. Meskipun bermain selama 90 menit, Irfan tak memberi kontribusi apapun dalam pertandingan itu. Pertandingan tersebut menjadi yang pertama dan terakhir bagi Irfan di tim inti Utrecht FC. Ia dilepas oleh klub itu tak lama setelahnya.
Meski berkewarganegaraan ganda, Irfan Bachdim amat sangat ingin untuk membela tim nasional Indonesia. Pada tahun 2006 silam, dirinya pernah hampir memperkuat tim nasional Indonesia U23 (di bawah usia 23) di ajang Asian Games 2006 yang digelar di Qatar. Namun kala itu cedera membuat Irfan terpaksa mengundurkan diri.
Namun penampilan gemilangnya bersama Persema membuat pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl tertarik untuk memboyongnya bersama timnas senior untuk ajang AFF Suzuki Cup 2010. Impian Irfan pun tercapai, dirinya hingga kini tercatat sudah 3 kali mengenakan kostum merah putih, yakni di pertandingan melawan Timor Leste (persahabatan), China Taipei (persahabatan), dan Malaysia (pertandingan pertama grup A AFF Cup 2010). Irfan mengenakan nomor punggung 17 di timnas, yang membuat dirinya mendapat julukan IB17 (Irfan Bachdim-17) dari sebagian penikmat bola.
irfan-gol
Irfan ketika mencetak gol kelima Indonesia
Pertandingan melawan Malaysia tersebut melambungkan nama Irfan setinggi langit. Permainannya yang lugas dan wajah tampannya membuat penggemarnya berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari kaum Hawa hinga kaum Adam. Irfan sendiri mencetak gol yang menutup pertandingan tersebut dengan skor 5-1 untuk Indonesia.
Irfan Bachdim dapat bermain di sejumlah posisi, namun posisi alaminya adalah second striker / trequarista. Yakni posisi dimana seorang pemain berada di lini antara striker dan gelandang. Irfan adalah pemain yang punya visi dan pergerakan tanpa bola yang bagus. Ia mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya dengan umpan-umpan pendek yang rapi dan pergerakan yang tak terduga. Kehadirannya memberi warna ‘Eropa’ bagi pola permainan timnas yang selama ini hanya mengandalkan dribel dan kemampuan fisik semata.
Kini, nama Irfan Bachdim mulai tak asing bagi masyarakat Indonesia, terlepas dari penikmat bola atau tidak. Hal ini dapat dilihat dalam akun twitter miliknya. Sebelum  pertandingan kemarin, akun twitter Irfan ‘hanya’ diikuti oleh 8 ribu tweeps (sebutan bagi pemakai Twitter). Namun setelah pertandingan, jumlah tersebut melonjak menjadi 23 ribu, dan terus bertambah hingga sekarang. Rata-rata penggemar baru Irfan adalah kaum hawa yang terpikat oleh ketampanannya.
Namun bagi mereka yang berharap bisa mendapatkan hati seorang Irfan Bachdim nampaknya harus gigit jari. Pasalnya Irfan kini sudah mempunyai seorang kekasih.Dia adalah Jennifer Jasmin Kurniawan, seorang model ‘panas’ Jerman berdarah Indonesia. Jennifer juga merupakan kakak dari Kim Jeffrey Kurniawan, seorang pemain sepakbola yang rencananya akan dinaturalisasi bersama Irfan (namun gagal karena masih didera cidera).